Info

Penjualan Sepeda Motor di Nusantara Diprediksi Tumbuh 14, 5 Persen di 2021

Kevin Reed

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Suara. com – PT Bank Mandiri Persero Tbk memperkirakan penjualan sepeda mesin di pasar domestik pada 2021 akan tumbuh sejumlah 14, 5 persen dengan tahunan (year on year/yoy) dengan total penjualan sejumlah 4, 2 juta unit.

Chief Economist Bank Sendiri Andry Asmoro dalam kajiannya diterima di Jakarta, Kamis (24/6/2021) menyampaikan katalis meyakinkan yang mendorong kenaikan pemasaran motor adalah peningkatan keyakinan konsumen (consumer confidence) dan daya beli masyarakat, yang diharapkan terus membaik bersamaan dengan pemulihan ekonomi.

Namun demikian, Andry mengakui kinerja penjualan motor dibayangi risiko ekonomi daripada peningkatan kasus COVID-19. Lonjakan kasus infeksi virus corona akan memperlambat pemulihan ekonomi.

“Dengan angka kasus bunga Covid-19 yang meningkat intelek akhir-akhir ini, laju perbaikan ekonomi bisa terhambat, ” ujarnya dalam Industry and Regional Brief Bank Mandiri.

Membaca Juga: Sembrono Ganti Bohlam Motor, Risikonya Aki Tekor

Masa ini, pemerintah memperketat pelaksanaan PPKM mikro di sebanyak kota besar di Nusantara yang akan mengurangi acara ekonomi di beberapa zona seperti restoran, pusat perbelanjaan dan pariwisata.

Bank Sendiri memaparkan data Asosiasi Pabrik Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang menunjukkan penjualan sepeda motor domestik pada Mei 2021 turun lagi sebesar 46, 1 persen secara bulanan (month on month/MoM) dengan unit terjual sebanyak 254. 700 unit.

Sebelumnya di dalam April 2021, penjualan besar domestik turun sebesar 9, 3 persen (MoM) secara unit terjual sebanyak 472. 800 unit. Sebagai bunga, pada Maret 2021 pemasaran sepeda motor domestik sempat mengalami peningkatan sebesar 38, 0 persen (MoM) dengan unit terjual sebanyak 521. 400 unit.

Secara tahunan, penjualan roda motor domestik pada kamar Mei 2021 tumbuh satu. 065, 7 persen dipadankan dengan periode yang setara pada 2020 silam.

“Peningkatan signifikan penjualan besar dengan yoy ini karena low based effect, dimana penjualan sepeda motor pada Mei tahun lalu hanya sebesar 21. 800 unit. Kejadian ini terjadi karena tarikh lalu terjadi penerapan PSBB ketat yang mengakibatkan penurunan aktivitas ekonomi, ” ujar Andry.

Baca Juga: AISI Prediksi Pasar Sepeda Motor Domestik Akan Tembus 4, 3 Juta Unit

Back to top