Info

Oleh sebab itu Penyumbang Devisa Negara, Industri Otomotif Menduduki Peringkat Terbesar Kelima

Kevin Reed

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Suara. com kacau Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa pabrik otomotif adalah sektor yang cukup memberikan kontribusi ekspor ke luar negeri. Begitu dikutip dari kantor berita Antara .

“Industri otomotif merupakan industri yang cukup memberikan andil signifikan di bidang ekspor, ” jelas Plt. Eksekutif Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana dalam webinar “Sektor Otomotif Nasional: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang” , Kamis (11/6/2021).

Disebutkannya bahwa sektor otomotif adalah faktor penting sebagai daerah yang menyumbangkan devisa ekspor. Yaitu kelima terbesar sebab Indonesia, setelah besi baja, mesin, serta perlengkapan elektronik.

Indrasari Wisnu Wardhana membaca, sektor otomotif menempati peringkat ke-6 terbesar ekspor non migas pada periode Januari-April 2021 sebesar 3, 13 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Industri Otomotif Sangat Kemaluan Chip Semikonduktor, Bosch Aktif Pabrik Baru

Aktivitas perakitan mobil di sektor otomotif Tanah Air [Kemenperin via ANTARA].

Adapun pertumbuhan ekspor sektor otomotif Indonesia mengalami kenaikan 35, 67 upah pada periode Januari-April 2021, dibandingkan periode yang sama di 2020.

Hal ini menunjukkan bahwa ekspor sudah bertransformasi dari yang berbasis komoditi menjadi berbasis manufaktur.

“Kita sudah bertransformasi dibanding yang berbasis komoditi menjadi manufaktur, karena di antara lima besar itu, tiga di antaranya industri manufaktur, ” tambah Indrasari Wisnu Wardhana.

Menurut data Kemendag, lima tinggi negara tujuan ekspor otomotif Indonesia, di antaranya Filipina, Vietnam, Thailand, Jepang & Saudi Arabia.

Ekspor Nusantara ke negara-negara itu menunjukkan peningkatan yang cukup indah dibandingkan periode yang serupa 2020, yaitu masing-masing pada kuartal pertama 2021 mencapai:

Mengucapkan Juga: Pabrik Otomotif Indonesia Tumbuh pada Masa Pandemi, Ini Posisinya di Asia Tenggara

Indrasari Wisnu Wardhana menambahkan, peluang di sektor otomotif dalam negeri serupa cukup besar. Ia menyuarakan, rasio kepemilikan mobil di Indonesia dinilai masih nisbi rendah, hanya mencapai 99 unit per 1. 000 orang, sehingga diproyeksikan pabrik otomotif dalam negeri sedang bisa tumbuh lebih luhur ke depannya.

Ia selalu meminta pelaku industri otomotif dalam negeri untuk serius menggarap sektor ini, mengingat terbukanya peluang pasar akibat masih rendahnya rasio kepemilikan mobil.

“Jadi, kita menentang peluang potensial untuk meningkatkan sektor otomotif di Nusantara cukup besar, ” menutup Indrasari Wisnu Wardhana.

Back to top