Info

Kekangan Mudik Tak Berimbas ke Penjualan Mobil Bekas

Kevin Reed

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Suara. com – Bulan suci Ramadhan dan Keadaan Raya Idul Fitri dengan dibarengi dengan budaya pegangan biasanya menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh pelaku industri otomotif, karena biasanya penjualan mobil baru atau mobil bekas akan meningkat.

Tetapi, dengan adanya kebijakan pembatasan dan pembatasan mudik dalam tahun 2021 untuk menyekat penularan virus COVID-19, pemasaran mobil termasuk mobil tanda menjelang Idul Fitri ini tidak ada perubahan signifikan.

Chief Operating Officer (COO) Mobil88, Sutadi, dalam diskusi media yang dihelat secara daring, Kamis (7/5/2021) mengatakan salah satu faktor stabilnya penjualan mobil bekas adalah karena adanya relaksasi Pajak Penjualan Untuk Barang Mewah (PPnBM) yang sudah dihadirkan sejak Maret lalu.

“Relaksasi membuat orang yang mulanya tidak suka beli, menjadi beli. Tingkat konsumsi menjadi naik. Sejauh ini, belum ada penghapusan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) gara-gara dilarang mudik, ” kata Sutadi.

Baca Juga: Mau Dapat Makna Tinggi saat Jual Mobil Lama? Coba Cara Itu

“Konsumsi di market, (masyarakat) beli karena ada diskon menarik. Dan mudik ini kan seasonal, zaman setiap kali Lebaran, (penjualan mobil) naik. Tapi, tahun ini unik. Seharusnya masih bisa optimis. Tapi kaum waktu ini ada lonjakan (kasus COVID-19) di India yang mengkhawatirkan, sehingga kita juga harus tetap perdata, ” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Sutadi mengatakan PPnBM membawa angin segar bagi industri otomotif khususnya dalam segmen mobil bekas.

“Industri otomotif sudah mulai bergairah lagi, apalagi pemerintah menunjang secara finansial lewat DP (uang muka) ringan serta bunga rendah. Mobil isyarat adalah turunan dari mobil baru, sehingga ini berpengaruh positif ke kita. Adanya relaksasi ini sangat berdampak positif buat kita, ” kata Sutadi.

“Kalau secara normal, market belum kembali. Tapi tarikh 2021 lebih baik dibandingkan 2020 di awal pandemi di bulan Maret. Perbandingannya cukup jauh, ” ujarnya menambahkan.

Sutadi mengungkapkan jenis mobil bekas yang paling sering diincar adalah organ utilitas sport (SUV). Menurut dia, SUV cocok bagi pengendara di Indonesia, terutama di kota besar seolah-olah Jakarta.

Baca Juga: Penampakan Baju Koko Disorot: Harganya Setara Mobil Isyarat

“SUV yang secara medan bisa di perut kondisi. Seperti misalnya pada Jakarta sering ada genangan, sehingga customer memilih instrumen yang tinggi. SUV masih menjadi andalan di market kita, ” kata tempat.

“Toyota Rush, Xenia, Avanza, Innova, hingga Terios diminati. Fortuner adalah yang paling menarik. Di kelas middle dan middle up, marke-tnya cenderung tidak turun. Dengan turun malah di bagian low segment seperti Avanza ke bawah, ” imbuhnya.

Sutadi melanjutkan, perusahaannya selalu mulai fokus untuk penjualan daring di platform digital. Mobil88 baru-baru ini meluncurkan E-store yang memungkinkan pengguna untuk menjual dan melakukan pembicaraan otomotif secara daring dan mudah. [Antara]

Back to top